Catatan Harian Seorang Wanita

Archive for June 2009

Kemarin aku sempet sedikit bersemangat saat tahu SKku dah turun. Tapi sekarang aku jadi merasa sangat mellow dan sangat sesak karena kecewa teramat sangat. Aku kecewa pada instansiku yang seakan-akan tidak menghargai kami. Kami yang bekerja disini selama setengah tahun. Bayangkan, kita disuruh cepet masuk hanya dikasih waktu satu minggu untuk keluar dari pekerjaan kita yang lama. Insentif pertma cuma 50  rebu doang. Lima puluh ribu padahal kita bekerja full. Sekarang setelah SK turun kita disuruh menunggu temen2 yang lain SKnya turun. Setelah itu yang diakui gaji kita tidak sejak kita masuk yaitu bulan desember tapi januari. Lha kenapa kita desember sudah disuruh masuk.

Ya Allah, aku pengen nangis saat ini. Aku kecewa ternyata Instansi sebesar ini tega berbuat ini pada kita yang lemah. Aku sangat2 kecewa. Pengen nangis, pengen marah. Bete2 banget. Rasanya g adil. Mereka bilang kita rapelannya khan besar? Tapi apa mereka pernah mikir sejak bulan desember uang apa yang kita pake makan n biaya hidup sehari-hari. Dasar egois. Bener2 instansi EGOIS. Aku merasa di dzolimi oleh mereka. Sudah disini aku merasa bingung karena masalah disini yang dibilang lahan basah dan memang itu terjadi bikin dada aku sesak. Tapi mereka rela untuk uang segini besar tapi untuk keloyalan kami mereka g pernah menghargai. Aku merasa disakiti. Ya Allah semoga aku diberi kesabaran. Aku merasa sedih dan tidak kuat kalo seperti ini terus. Aku sedih ya Allah. Aku menangis di hadapanMu. Ya Allah tolonglah hambamu ini dari persoalan2 batin ini. Jauhkanlah aku dari segala kezaliman ini. Ya Allah jagalah keluargaku.

Jadi malu aku hampir di isi blog ini berisi cerita ttg dan yang bersangkutan dengan masa lalu aku. Yah daripada jadi kukul alias jerawat atau bikin  sakit ati khan mending ditumpahin khan. Iya tho dan toh aku g nambah2in or apa2.

Dan bener kali ini lagi2 aku mau ngomong yang berhubungan dengan masa laluku.  Kali ini ttg seorang yang sempat lama sekali bercokol di hatiku dan kita sempet sangat dekat sekali meskipun tanpa status “PACARAN” but waktu itu aku bener2 sayang sama DIA dan CINTA kali ya. May be. Yang jelas kala itu aku bener2 sayang ke dia n sifat dia bikin aku adem ayem tentrem loh jinawi. Dengan dia aku bisa menumpahkan seluruh emosiku, kekesalanku kegundahanku. Padanya aku bisa melakukan seperti apa yang aku mau. Dan dengannya aku merasakan kasih sayang seorang kakak yang hampir g pernah aku rasain.

Kita sangat dekat waktu itu dan aku menyayangi dia teramat sangat tapi ya mungkin bisa dibilang CINTA Bertepuk sebelah tangan. Meskipun semua yang sudah terjadi di antara KITA (Aku dan Dia) . Orang melihat bahwa dia mempunyai rasa ke aku tapi dia selalu menyangkalnya. Dia bilang hanya sayang ke aku sebagai seorang ADEK. Hanya sebagai ADEK. Aku berusaha untuk mendapatkan hatinya tapi tetap saja. Hati dia hanya untuk seorang “NANA”. Yah seseorang yang pernah hidup di masa lalunya.  Akhirnya aku tahu dia hanya MENCINTAI masa lalunya itu, dan sepertinya sampe detik ini meskipun masa lalu itu sudah menyakitinya sedemikian hingga. Hueran. Kenapa seh dia seperti itu. Aku juga g tahu.

Kemarin g tahu ada angin apa tiba2 aku berhubungan sama dia lagi. Awalnya leat facebook trus chatting. Kita bicara dengan permasalahan masing2. Kita sharing. Sempet seh nelpon tapi g terlalu banyak. Terasa ada sesuatu yang mengganjal di hati aku. Yah mungkin memang karena kita sempat bersiteru. kita memang sempet terputus hubungan karena Masa Lalunya itu dan masa lalunya waktu itu kembali ke dia tapi tak bisa menerima aku. Padahal waktu itu aku sudah punya kekasih dan aku ikhlas melepas dia. Kalo aku ingat masa itu itu sangat menyakitkan, banyak persoalan yang timbul karena Masa lalunya itu. Sempet membuat aku drop. Aku shock dan sempet gila aku dibuatnya.

Setelah itu pasangan aku waktu itu malah selingkuh. Ya memang kesakitan yang beruntun sekali. Sangat beruntun dan sangat menyakitkan. Ya itulah hidup. Mas Buris …jujur aku kangen masa bersama kamu mas. Ketenangan dan kenyamanan yang pernah tak rasain sama kamu. Aku g tahu saat ini perasaanku sama kamu seperti apa. Tapi rasa sayang itu mungkin masih ada meskipun mungkin sudah beda karena itu keharusan. Aku sudah punya kehidupan yang jauh beda bersama suamiku dan anakku. Mas, terima kasih atas pelajaran yang pernah kamu berikan sama aku Mas.  Kemarin meskipun aku merasa kamu sudah sangat tidak peduli sama aku. Tapi aku senang masih bisa ngobrol sama kamu mas. Yah semoga kamu nggak pernah melupakan aku mas.

Hai kamu …Onthel atau siapapun kamu. Aku menyebutmu begitu karena itu yang tertulis di t4ku. Aku menulis ini lagi gara2 kamau lagi. :d Lucu ya kamu menjadikan aspirasiku nulis kali ini.

Aku kaget juga kalo kamu bilang memang bener kamu temennya AH. Dan bener2 dia juga ikutan baca aku kaget kok kebetulan banget ya. Buat Mas Agus Maaf ya mas? Aku g bermaksud apa2 kok. Jujur. Aku hanya menuangkan apa yang ada di otak dan pikiranku saat itu. Dan beberapa juga sudah aku hapus. Seperti kata kamu di SMS kamu ingin yang terbaik dan kebaikanmu. Kamu g pengen aku menghubungi kamu lewat apapun demi kebaikan kamu. Masih ingat khan. ndak pa2 aku ikhlas kehilangan salah satu saudara (khan kita pernah dekat dan itu merupakan saudara seislam khan?)

Harusnya memang cerita itu harus kukubur dalam2 tapi bagaimanapun juga itu tetap masa lalu aku. Kamu masa lalu aku dan suamiku bisa terima kok. Jadi bagi aku masa lalu akan tetap menjadi bagian dari hidup aku. Entah itu buruk atau tidak yang jelas itu jadi pelajaran berharga dalam hidup aku.

Sekarang hubunganku dengan sahabat Mas AH alias Mas Tom Atau mas Buris juga membaik. Dalam arti kita berkomunikasi baik meski mungkin tak sdekat dulu juga. G masalahbagi aku. Yang penting segala hal yang pernah ada dah selesai. Belajar untuk dewasa dan pendewasaan diri bukan umur. Itu menurutku. Meskipun hidup kita tak pernah sempurna tapi kita harus berbuat yang terbaik. Meskipun kadang sesak menyeruak di dada tapi itu semua pilihan kita, kita yang pilih. Mungkin tak seindah yang di bayangkan tapi kita harus hadapi. Gitu ya.

Sejak aku di kantor baru. Sampai detik ini masih banyak masalah yang belum terselesaikan. Bahkan semakin menumpuk dan semakin banyak masalah. Aku g ngerti bagaimana dan apa yang harus aku selesaikan.

Sudah  6 bulan ini aku tidak menerima gaji. Dan uang yang harus aku keluarkan hanya dari gaji suamiku. Sulit sulit sekali karena aku harus buka lubang tutp lubang. Jujur lelah…lelah sekali aku menghadapi. Belum lagi masalah PRT yang menurut aku dia kadang g sopan sama aku. N aku sebenernya g sreg sama dia. Cuma memang dia sayang banget sama anakku. itu yang membuat aku bertahan. Cuma jujur secara pekerjaan aku agak memang g sreg. Sudahlah.