Catatan Harian Seorang Wanita

Archive for the ‘Kesehatan Bayi’ Category

Ni ada Tips menyimpan ASI buat semua … terutama buat ibu2 yang bekerja … semoga bermanfaan n makasih ya Eka (ni temen SMPkoe … satu kelas …..)

(9:40:55 AM) ekapujaastuti: anissa….
(9:41:00 AM) ekapujaastuti: ini eka nih ….
(9:41:01 AM) queen_sembadra: haiiiiii
(9:41:03 AM) queen_sembadra: iya
(9:41:06 AM) queen_sembadra: waduh kangen
(9:42:25 AM) Eka: iya nih….
(9:42:33 AM) Eka: lagi sibuk ya ?
(9:42:39 AM) queen_sembadra: g jg
(9:42:45 AM) queen_sembadra: lagi cek email aja
(9:42:49 AM) queen_sembadra: kamu dimana nih?
(9:42:53 AM) queen_sembadra: ktr tah?
(9:43:01 AM) Eka: iya…
(9:43:08 AM) Eka: biasa kerjaan tiap pagi
(9:43:45 AM) queen_sembadra: :d
(9:43:50 AM) queen_sembadra: lagian lagi sepi kerjaan
(9:43:52 AM) queen_sembadra: 😀
(9:43:57 AM) queen_sembadra: bingung mo ngapain?
(9:44:04 AM) queen_sembadra: gimana kabarnya utu?
(9:44:06 AM) queen_sembadra: sehat?
(9:44:14 AM) Eka: sehat….
(9:44:17 AM) Eka: gimana anis?
(9:44:20 AM) Eka: udah isi?
(9:44:57 AM) queen_sembadra: aku udah melahirkan
(9:44:57 AM) queen_sembadra: :d
(9:45:02 AM) queen_sembadra: udah 4.5 bln anakku
(9:45:03 AM) queen_sembadra: :d
(9:47:10 AM) Eka: cewek apa cowok ?
(9:47:14 AM) Eka: senenagnya …
(9:47:20 AM) Eka: eka lagi pengen lagi nih …..
(9:47:25 AM) Eka: lagi usaha he..he…
(9:47:31 AM) queen_sembadra: heheheh
(9:47:32 AM) queen_sembadra: cewek
(9:47:37 AM) queen_sembadra: waduh
(9:47:44 AM) queen_sembadra: si utu udah berapa usianuya?
(9:48:24 AM) Eka: udah 19 bulan . bulan juni ini
(9:48:35 AM) Eka: rencananya emang pengen dibedain 2 tahun
(9:48:43 AM) Eka: gak tau nih , pengen hamil sekarang
(9:49:00 AM) queen_sembadra: :d
(9:49:14 AM) queen_sembadra: wah …. pengen banget yya udahan
(9:49:23 AM) queen_sembadra: aku pengen seh tapi aku nanti malah kalang kabut
(9:49:24 AM) queen_sembadra: 😀
(9:50:27 AM) Eka: soalnya utu ayu kan udah gede
(9:50:34 AM) Eka: udah bisa disuruh-suruh he..he…
(9:51:05 AM) queen_sembadra: ehhehhehe
(9:51:18 AM) queen_sembadra: susunya si utu apa ka waktu kecil?
(9:52:01 AM) Eka: ASI ….
(9:52:04 AM) Eka: sampe 1 tahun
(9:52:12 AM) queen_sembadra: lha kalo kerja?
(9:52:15 AM) Eka: full asi , setelah 1 tahun baru eka campur nisa …
(9:52:28 AM) Eka: diperes , setiap pagi ma pulang kerja
(9:52:42 AM) Eka: gak tege ngasih Sufor buat dia
(9:52:42 AM) queen_sembadra: banyak tah ASInya ka
(9:52:47 AM) queen_sembadra: iya seh
(9:52:53 AM) Eka: asi kan sesuai permintaan
(9:52:54 AM) queen_sembadra: biasanya meresnya dapetnya berapa?
(9:53:05 AM) Eka: semakin banyak diperes , semakin banyak keluarnya
(9:53:10 AM) queen_sembadra: lha kalo anankku tak peresin 3 botol masih kurang
(9:53:13 AM) queen_sembadra: oooooooo gt ya
(9:53:25 AM) queen_sembadra: ditaruh lemari es ya
(9:53:26 AM) queen_sembadra: :d
(9:53:32 AM) Eka: lkalo lagi penuh banget , pernha dapat 250 cc setiap meres…
(9:53:45 AM) Eka: eka kan nabung asi nisa….
(9:54:02 AM) Eka: 1 bulan sebelum masuk, eka udah peres-peres asi
(9:54:05 AM) queen_sembadra: caranya gimana
(9:54:07 AM) queen_sembadra: ooooooooo
(9:54:11 AM) queen_sembadra: trus ……..
(9:54:21 AM) Eka: pertama meres , cuman dapat 30 cc
(9:54:29 AM) Eka: lama-kelmaan banyak…..
(9:54:40 AM) Eka: dirutinin aja
(9:54:46 AM) Eka: udah gitu eka minum madu
(9:54:51 AM) queen_sembadra: gt ya
(9:55:02 AM) Eka: gak tau ya , sugesti kali ya , abis minum madu , asinya banyak banget nisa….
(9:55:11 AM) Eka: cuman ya badan eka juga gembul jadinya
(9:55:17 AM) Eka: kebanyakkan makan he.,.he…
(9:55:27 AM) queen_sembadra: gt ya
(9:55:36 AM) queen_sembadra: sehari eka dapet mompa asi berapa?
(9:55:40 AM) Eka: semnagt..semangat…..
(9:55:51 AM) Eka: tergantung , kalo mood bisa banyak ….
(9:55:56 AM) Eka: bisa 300 cc sehari
(9:56:06 AM) Eka: kalo lagi sedikit cuman 100 cc sehari
(9:56:20 AM) Eka: tapi eka gak khawatir , soalnya tabungan asi dikulkas kan masih banyak
(9:56:30 AM) queen_sembadra: woooo
(9:56:40 AM) queen_sembadra: masalahe aku g pernah nyimpan di kulkas dulu
(9:56:52 AM) queen_sembadra: palingan sekarang cuma 160 kalo pulang sore
(9:56:58 AM) queen_sembadra: n pagi cuma sedikit
(9:57:14 AM) Eka: simpan dikulkas aja …..
(9:57:33 AM) Eka: kan kalo di flezer bisa sampe 3 bulan….
(9:57:52 AM) queen_sembadra: gt
(9:58:03 AM) queen_sembadra: kalo di g difreezer berapa?
(9:58:23 AM) Eka: kalo di bawah flezer bisa tahan 1 bulanan
(9:58:31 AM) Eka: kalo dikulkas bagian dalam bisa 2 minggu
(9:58:43 AM) Eka: kalo dikulkas ditempat air minum , paling cuman 1 hari
(9:59:16 AM) queen_sembadra: ooo getu
(9:59:18 AM) queen_sembadra: seep
(9:59:48 AM) Eka: nama anakmu sapa nisa?
(9:59:56 AM) queen_sembadra: ternyata ketemu eka membuat bermanfaat yang banyak
(10:00:08 AM) queen_sembadra: nama anakku Nurani Mustika pratiwi
(10:00:15 AM) Eka: terima kasih ……
(10:00:30 AM) Eka: ada namamu dinama anakkmu ya ?
(10:00:35 AM) queen_sembadra: iya
(10:00:36 AM) Eka: senangnya
(10:00:43 AM) queen_sembadra: g tahu tuh suamiku yang biin
(10:00:45 AM) queen_sembadra: :d
(10:00:45 AM) Eka: kalo aq , yang ada nama bapaknya ….
(10:00:48 AM) queen_sembadra: 😀
(10:01:00 AM) queen_sembadra: aku sih asal namanya bagus n artinya bagus
(10:01:04 AM) queen_sembadra: aku sih seneng aja
(10:01:21 AM) Eka: kalo aq , yang kasih nama eka
(10:01:31 AM) Eka: tapi requestnya harus ada nama bapaknya
(10:01:58 AM) queen_sembadra: lha aku waktu itu masih 8 bln belum dapet nama
(10:02:06 AM) queen_sembadra: pas lahir juga mendadak
(10:02:11 AM) queen_sembadra: belum ada persiapan apa2
(10:02:19 AM) queen_sembadra: ya sudah namanya instan
(10:02:32 AM) Eka: lho….
(10:02:36 AM) Eka: emang prematur ya ?
(10:02:39 AM) queen_sembadra: iya
(10:02:44 AM) queen_sembadra: masih 8 bln
(10:03:00 AM) queen_sembadra: bentar ya ka
(10:03:06 AM) queen_sembadra: aku mau ambil gaji
(10:04:56 AM) Eka: oke…
(11:27:02 AM) queen_sembadra: :d
(11:27:07 AM) queen_sembadra: sudah selesai
(11:27:10 AM) queen_sembadra: :d
(12:00:21 PM) Eka: anis….
(12:00:26 PM) Eka: eka off dulu ya …
(12:00:28 PM) queen_sembadra: :d
(12:00:29 PM) Eka: mo makan siang
(12:00:33 PM) Eka: ntar lagi….
(12:00:37 PM) queen_sembadra: iya maem siang aja dulu
(12:00:39 PM) queen_sembadra: ntar dilanjutin
(12:00:40 PM) queen_sembadra: 😀
(12:00:49 PM) Eka: dag….:)>-
(12:01:07 PM) queen_sembadra: muach

Musik membuat hidup ini serasa indah. Tapi tahukah Anda musik dapat juga mengoptimalkan kecerdasan?

Seorang penulis Inggris abad 19 pernah berujar, “Musik itu adalah
nyanyian para malaikat.” Tidak bisa dibantah, musik memang punya
kekuatan luar biasa, yang berdampak besar bagi kejiwaan. Dan hal ini
juga berlaku bagi bayi dan anak. Lihat saja ketika si kecil mulai suka
ketawa atau, kalau sudah bisa jalan, sedikit bergoyang mengikuti irama
yang ia suka.

Musik dan matematika

Banyak penelitian membuktikan, janin menunjukkan reaksi tertentu jika
diperdengarkan musik. Ibu hamil merasakan gerakan janin yang semakin
cepat atau justru lebih santai. Sementara itu, banyak juga yang
berpendapat musik klasik yang diperdengarkan pada ibu hamil, dan juga
janinnya, dapat ‘mencetak’ anak dengan kecerdasan tinggi.

Psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of
California-Irvine , Amerika Serikat, pada tahun 1994 melakukan
penelitian yang membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik
dan penguasaaan level matematika yang tinggi dan
keterampilan-keterampilan sains.

Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar Amerika ini menunjukkan
bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik meningkat
inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46 persen
dibandingkan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.

Musik dan bermain anak

Getaran musik itu rupanya masuk ke jiwa kita melalui neuron di otak.
Ahli saraf dari [J1] Harvard University , Mark Tramo, M.D. mengatakan,
”Dalam otak kita, jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif
ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai
daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan
kanan. ” Rupanya mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan
terjadi.

Tapi, ini bukan berarti Anda harus buru-buru membobol tabungan untuk
beli grand piano buat si kecil. Anda juga tak wajib mendominasi rumah
dengan komposisi Rachmaninoff. Yang penting, biasakanlah musik
menghiasi ruang di sekitar anak-anak. Putarkan lagu di radio.
Bernyanyilah bersama. Kalau perlu ekspresikan bakat “Inul terpendam“
bersama si kecil.

Melalui kegiatan bermain, anak memperoleh manfaat dari musik. Dr. Dee
Joy Coulter (1995) pendidik neuroscience dan penulis buku Early
Childhood Connections: The Journal of Music and Movement-Based Learning
, mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan permainan anak sebagai
latihan untuk otak yang brilian, yang mengenalkan anak pada pola
bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan strategi gerakan
yang penting.

Tak hanya perkembangan bahasa dan kosa kata anak meningkat melalui
permainan yang mengandung musik, namun juga logika dan
keterampilan-keterampilan beriramanya. Logika membuat anak nantinya
mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Karena berbagai
manfaat yang didapat dari musik, pendidikan prasekolah pun menggunakan
musik sebagai bagian dari proses pendidikan.

Aktif bermusik

Dedengkot musik jazz Louis Armstrong pernah berkata, “What we play is
life.” Dalam konteks mendidik anak, petuah si “Satchmo” (nama julukan
Armstrong) pantas diikuti dengan agak harafiah. Untuk mendapat manfaat
optimal dari musik, anak harus aktif bermain dengan musik.

Ia harus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam menyanyi, menari
(gerakan kreatif), mendengarkan dan memainkan alat musik. Kombinasi ini
dinamakan keterampilan membuat musik secara aktif. Namun, pada awalnya,
alat musik tidaklah harus alat musik sesungguhnya.

Seperti dalam belajar berbicara, anak harus mendengar suara orang
bicara. Kemampuan berbahasanya tidak akan lengkap jika ia tidak
mendapat kesempatan berbicara dengan orang lain. Demikian pula dengan
musik. Ia harus punya kesempatan membuat musik secara aktif. Mendengar
musik tanpa punya kesempatan memproduksi musik sama saja mendengarkan
bahasa tanpa punya kesempatan berkomunikasi dengan orang lain.

Salah satu kegiatan bermusik yang paling mudah dan mungkin pertama kali
dilakukan si kecil adalah bernyanyi. Saat ini, karena kesibukan orang
tua pada masa kini dan sejalan dengan berkembangannya, industri musik
membuat musical play (kegiatan bermain yang melibatkan musik) dan
bernyanyi, dilupakan dan digantikan dengan CD yang berisi dentuman
energik drum dan lagu-lagu anak yang lucu.

Anak-anak memerlukan model vokal yang pantas. Dr. John Feierabend
(1996) menyarankan cara memilih lagu yang menarik minat anak. ia
merekomendasikan folk songs , misalnya, karena terdiri dari kata-kata
dan musik. Kalau Anda kurang suka dengan musik seperti ini, bisa juga
mainkan lagu anak-anak klasik baik yang berbahasa Indonesia atau pun
Inggris. Ia juga percaya kalau teks seharusnya berhubungan dengan dunia
anak: imajinatif, kreatif dan penuh dengan pengamatan dari kacamata
anak yang indah.

Bernyanyi juga menyediakan kesempatan untuk ekspresi diri, membantu
mengembangkan kesadaran diri. Musik klasik yang berbeda-beda
mempengaruhi perilaku anak. Karya Mozart, Bach, dari Chopin memiliki
efek terapeutik pada pendengar. Sementara, karya-karya Wagner dan Pagan
memiliki efek energizing . Musik jenis ini mempertinggi hiperaktivitas
pada beberapa anak. Rock dan disko dengan irama yang berat dapat
menjadi overstimulating pada beberapa anak prasekolah. [J2]

Aktif bermusik juga berarti mendapat kesempatan untuk menghasilkan
bunyi. Saat anak mendapatk an kesempatan untuk memainkan instrumen
sederhana, ia mendapatkan pengalaman musik yang penting. Menciptakan
bunyi dengan cara mengeksplorasi instrumen sederhana membuat si kecil
mengekspresikan dirinya secara unik. Improvisasi dan eksperimen dengan
drum, sticks berirama, rattle , dan bahkan irama dari perkakas rumah,
membuat anak memiliki kesempatan menghubungkan antara suara yang
bervariasi dan bagaimana menghasilkan suara tersebut.

Tapi yang paling penting, janganlah terlalu serius. Bermainlah dengan
musik. Bila anak sudah agak besar dan memang menunjukkan minat atau
bakat, barulah misalnya kita ajak les piano atau alat musik lainnya.
Nikmati saja keindahan musik.

Si kecil bisa belajar bernalar sedini mungkin lewat berbagai
kegiatan yang dirancang cermat sesuai tahapan perkembangan kognitifnya.

Apakah Anda putranya,
membuka-buka isi tas tangannya dan mengeluarkan semua benda di dalamnya?

Ttunggu dulu. Tidakkah Anda ingin tahu mengapa si kecil melakukan itu?
Jangan remehkan anak, meski masih kecil, pikirannya berproses.

Upaya si kecil mengasah kemampuan kognitifnya, bisa jadi, membuat Anda
kesal karena rumah jadi berantakan atau Anda cemas karena ia
mengutak-utik benda berbahaya. Jangan buru-buru melarang. Ia sedang
mengasah pikiran yang membuatnya lebih pintar.

Berpikir bersama orang sekitar

Begitu lahir anak melakukan interaksi dengan lingkungannya. Ketika ia
menangis, ibu menghampiri untuk melihat apakah popoknya basah, dan
kemudian menggantinya. Dari interaksi ini anak mulai paham bahwa ia
dapat melakukan sesuatu untuk memperoleh yang diinginkannya.

Meski periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt) anak dimulai sejak
berusia 3 bulan dalam rahim ibu, namun setelah lahir, aktivitas
berpikir ini merupakan proses sosial. Jadi anak belajar berpikir
bersama orang-orang di sekitarnya.

Kemampuan kognitif adalah proses kegiatan akal budi untuk mengetahui
sesuatu. Proses berpikir anak terjadi ketika ia gembira, ketika
mengenali wajah ibu atau ayahnya, atau ketika ia bisa menuangkan apa
yang dilihatnya dalam dunia nyata ke dalam gambar.

Yang jelas, dengan memahami cara manusia bernalar, Anda juga dapat
merancang kegiatan apa yang sesuai bagi si kecil sesuai usianya ( Lihat
boks: Tahap Perkembangan Logika Balita ).

Daya nalar berkembang

Pernahkah Anda melihat si satu tahun asyik meneliti mainan yang
dipegangnya? Selama berapa lama ia seperti tak bisa lepas dari benda
itu. Memang, sebuah proses berpikir tengah terjadi di benaknya.

Jean Piaget , [J1] pakar psikologi perkembangan dari Swiss, mengungkap
bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungannya, sebagai berikut.

– Usia 0 – 4 bulan

Bayi memiliki gerak refleks. Dengan bertambahnya usianya dan
perkembangan keterampilan fisik dan emosi-sosialnya, refleks perlahan
digantikan gerak yang merupakan hasil dari proses berpikir anak.
Gerakan ini semakin kompleks dari hari ke hari. Si kecil tahu ia
melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Ketika Anda memberikan puting
susu, misalnya, ia membuka mulutnya sesuai ukuran puting.

– Usia 4 – 8 bulan

Bayi mulai memahami “sebab-akibat”. Ia, misalnya, akan tertawa-tawa senang ketika Anda menggodanya.

– Usia 8 – 12 bulan

Bayi mulai suka membuang-buang mainannya karena tahu Anda akan segera
mengambilkannya. Ia sedang mengeksplorasi lingkungannya untuk
mengetahui bagaimana benda yang dibuangnya bisa kembali kepadanya. Jika
tak membahayakan, tak perlu melarang segala tingkahnya.

– Mulai usia 12 bulan

Sejak ulang tahunnya yang pertama, ia mulai bisa mengenali sebuah benda
meski benda itu tak lagi ada di hadapannya.. Ia juga mulai mengenali
benda yang tidak kongkret. Pada akhir tahap sensor motorik ini,
keterampilan berbahasa si kecil mulai tampak. Ia bisa melakukan
komunikasi. Dengan mengajaknya bercakap dan mengeksplorasi keterampilan
bahasanya, anak semakin terampil menerima, menyimpan dan mengolah
informasi yang diterimanya. Keterampilan ini merupakan aspek penting
dalam berlogika

Rasa ingin tahu yang besar

Mulai umur dua tahun, perkembangan keterampilan motorik mendorong daya
nalarnya berkembang lebih pesat lagi. Rasa ingin tahu akan dunia
sekelilingnya meningkat. Dan, ia berusaha keras memenuhinya. Rangsang
apa yang bisa Anda berikan?

– Beri anak rumah imajiner, yang terbuat dari dua kursi yang ditutupi
selimut. Ia bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain dalam
‘rumah’nya itu.

– Mintalah kakak mengajak adik bermain boneka tangan bersama. Selain
melatih imajinasi, keterampilan bahasa si kecil pun berkembang.
Permainan pura-pura seperti ini membantu si kecil menarik benang merah
antara dirinya dengan lingkungan sosial yang lebih luas. Di kemudian
hari permainan ini membantu anak berani berpikir dengan perspektif
berbeda.

Lewat pengalaman sehari-hari

Dunia sekitar masih menjadi objek eksplorasi yang sangat kaya bagi anak. Apa yang bisa Anda lakukan bersamanya?

– Tumbuhan, batu, binatang, angin atau udara bisa menjadi materi
belajar yang mengasyikkan baginya. Ajaklah si kecil ke kebun. Tunjukkan
padanya bagaimana tumbuhan bertumbuh, terus berkembang hingga akhirnya
berbunga dan berbuah. Mengenal proses hidup tumbuhan merangsang daya
nalar anak akan siklus kehidupan dan membuatnya menghargai kehidupannya
sendiri.

– Anak juga bisa belajar dari air. Ia dapat mengambil air dengan gelas
lalu menuangnya ke gelas lain. Melalui kegiatan ini ia bisa paham bahwa
bentuk air akan berubah bila diletakkan di sebuah bentuk yang berbeda.
Ajaklah ia berdiskusi tentang hal itu.

– Bermusik juga bisa mengasah daya nalar anak. Lihat bagaimana ia
menggerakkan tangan dan kakinya mengikuti irama. Dari sini dapat kita
lihat bahwa pesan yang disampaikan telinganya diolah oleh pikirannya
untuk kemudian menentukan gerakan mana yang sesuai dengan musik yang
sedang terdengar. Ini adalah sebuah proses bernalar yang rumit.

– Kenalkan si kecil pada konsep matematika melalui berhitung. Ia senang
bila berhasil membuat kategori. Ajaklah anak membuat pola, misalnya
mengelompokkan piring dengan piring, gelas dengan gelas, atau membuat
pengelompokan berdasarkan warna.

– Di usia lima tahun, ia bisa menggunakan bahasa bilangan, seperti
mengenal konsep angka dengan menghitung jumlah barang yang ada di
depannya. Ajaklah si kecil bermain tebakan dengan menggunakan konsep
bilangan yang mulai dikuasainya itu. Ajaklah ia menyusun
potongan-potongan puzzle menjadi sebuah bentuk sederhana. Kegiatan yang
mengasah keterampilan kognitif ini memberinya rasa percaya diri jika ia
berhasil menyelesaikannya.

Melihat begitu pesatnya perkembangan berpikir si kecil, Anda patut
berbangga. Kebahagiaan Anda menemani si kecil menjalani masa emas
periode tumbuh kembangnya mengantar si kecil bak ulat yang menjadi
kupu-kupu untuk terbang ke angkasa!